Informasi cara budidaya ikan lele di kolam terpal

Informasi Cara Budidaya Lele Yang Baik

Cara Budidaya Ikan Lele Yang Baik dan Benar Di Kolam Terpal Dan Tanah

Cara budidaya ikan lele kolam terpal bagi pemula dengan beragam metode canggih seperti sekarang ini membuat ikan lele semakin banyak digemari dan dilirik untuk ladang bisnis perikanan yang menguntungkan.

Mungkin juga tidak pernah terbayangkan sebelumnya karena belasan tahun yang lalu ikan lele hanya dipelihara di kolam kecil di pekarangan rumah sebagai hewan pemakan limbah rumah tangga.

Dengan pakan sisa-sisa makanan atau limbah rumah tangga ini tentunya ikan lele tidak bisa tumbuh dan berkembang sehat seperti ikan lele hasil budidaya.

cara budidaya lele

Ikan lele kemudian mulai diternak dan dibudidayakan ketika pasar membutuhkan lebih banyak pasokan ikan lele untuk dikonsumsi di warung-warung makan, terutama di wilayah Pulau Jawa.

Peluang usaha budidaya lele pun dilirik oleh banyak pebisnis perikanan.

Bahkan tak sedikit pula pengusaha atau pebisnis pemula yang tertarik untuk terjun berbisnis sekaligus mempelajari cara budidaya lele.

Awalnya, para peternak hanya membudidayakan lele secara konvensional, yaitu cara budidaya ikan lele di kolam tanah dan kolam semen.

Tahun-tahun berikutnya, sejumlah peternak mencoba memelihara lele dalam kolam buatan dari bahan terpal.

Penggunaan terpal sebagai media kolam untuk cara budidaya lele kemudian dipilih karena sejumlah alasan, seperti:

  • Kondisi tanah atau lahan budidaya yang kering karena kurangnya curah hujan di beberapa daerah
  • Lokasi budidaya yang berada cukup jauh dari sumber air
  • Lahan budidaya yang tidak terlalu luas atau bahkan cenderung sempit sehingga tidak memungkinkan untuk dibuat kolam tanah atau kolam semen
  • Modal awal usaha yang terbatas tidak mencukupi untuk membangun kolam tanah atau kolam semen

Dan ternyata, cara ternak ikan lele di kolam terpal ini sampai sekarang merupakan solusi menarik sekaligus populer dan efisien sebagai cara budidaya ikan lele untuk pemula yang baru menekuni bisnis budidaya lele.

Namun ini bukan berarti cara budidaya ikan lele di kolam tanah sudah tidak lagi digunakan.

Masih banyak peternak yang memilih kolam permanen semen sebagai media kolam.

Hal – hal yang Harus di Perhatikan Pemula untuk Budidaya Ikan Lele di Kolam Tanah

Suskes tidaknya usaha budidaya ikan lele sebenarnya bukan hanya dilihat dari jenis kolam yang digunakan.

Nah, untuk meminimalisir prosentase kematian ikan lele dan mengurangi resiko kerugian atau kegagalan panen, para pebisnis dan peternak pemula harus mengetahui strategi dan cara budidaya ikan lele yang baik di kolam terpal dan tanah.

budidaya ikan di tanah

Berikut ini adalah beberapa hal yang sebaiknya tidak dilakukan dalam cara budidaya ikan lele di kolam tanah :

  • Memasukkan benih lele segera setelah kolam tanah selesai dibuat.
    Ketika kolam tanah untuk budidaya lele sudah selesai dibuat, sebaiknya kolam dikeringkan dulu selama kurang lebih 7 hari agar mikroorganisme jahat mati, sehingga tidak meracuni benih lele yang ditebar.
  • Tidak mencangkuli tanah kolam
    Setelah satu minggu, sebaiknya tanah untuk kolam kembali dicangkuli dengan membalik sekitar 10 cm kedalaman tanah, agar kondisinya tetap gembur, sekaligus untuk menghilangkan gas beracun dari dalaxm tanah.
  • Tidak dilakukan pemupukan dan pengapuran
    Kolam tanah perlu dipupuk atau diberi pengapuran agar bakteri pathogen di dalamnya tidak mengkontaminasi ikan lele yang dipelihara, sekaligus juga untuk meningkatkan pH atau tingkat keasaman tanah. Pemupukan dilakukan dengan menebarkan 250 sampai 750 gram kapur tohor atau dolomit ke seluruh permukaan kolam sebelum pengisian air.
  • Mengisi air kolam sembarangan
    Pengisian air di kolam tanah harus diatur agar ikan lele yang dibudidaya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Pengisian air sebaiknya dilakukan secara bertahap:

Tahap pertama:
Kolam tanah diisi air dengan ketinggian 30 sampai 40 cm, kemudian biarkan hingga 7 hari untuk menumbuhkan mikroorganisme positif atau fitoplankton yang berguna sebagai pakan alami lele.

Tahap kedua:
Setelah itu kolam tanah diisi air lagi sampai batas ketinggian 100 hingga 120 cm, biarkan sekitar 3-7 hari hingga air kolam berwarna kehijauan atau telah muncul jentik-jentik nyamuk, baru kemudian benih lele siap ditebar.

Cara budidaya lele dengan kolam tanah memang membutuhkan lebih banyak perhatian dan tenaga dalam merawat kolam dan memelihara ikan.

Namun cara ternak ikan lele di kolam tanah ini masih dipertahankan karena kolam tanah membuat lele bisa beradaptasi lebih baik sesuai habitatnya dan terdapat lebih banyak pakan alami yang didapat dari dalam tanah.

Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal untuk Pemula

Sementara sejumlah peternak dan pebisnis lele lainnya, termasuk peternak lele yang baru memulai bisnis perikanannya, sebaiknya menggunakan cara ternak lele dalam kolam terpal karena:

  • Hasil panen ikan lele tidak berbau lumpur dan lebih bersih daripada lele dari kolam tanah
  • Perawatan kolam terpal lebih mudah
  • Pengerjaan pembuatan kolam terpal lebih menghemat waktu, tenaga, dan biaya
  • Kolam terpal lebih fleksibel dan mudah dipindahkan
  • Kolam terpal bisa ditempatkan di lahan yang sempit

cara budidaya lele dengan kolam terpal

Nah, jika anda tertarik untuk beternak lele di kolam terpal, pastikan tidak melakukan beberapa pantangan dalam cara budidaya lele yang baik dan benar di kolam terpal seperti di bawah ini:

  • Langsung memasang terpal kolam tanpa dibersihkan
    Tak perlu terburu-buru memasang terpal karena terpal kolam ini harus dicuci dengan sabun dan dibilas sampai benar-benar bersih untuk menghilangkan aroma lem dan zat-zat kimia yang beresiko meracuni benih ikan lele. Setelah dibilas, keringkan terpal selama satu hari.
  • Menggunakan bahan terpal yang kurang bagus
    Terpal untuk kolam tentunya berbeda dari jenis terpal yang lainnya. Pastikan anda membeli bahan terpal kolam dari supplier yang berkualitas. Bahan terpal untuk kolam harus cukup kuat menahan volume dan tekanan air, serta awet untuk penggunaan jangka panjang.
  • Langsung menebar benih lele setelah kolam terpal diisi air
    Bisa jadi kesalahan ini banyak dilakukan oleh pembudidaya pemula. Kolam terpal perlu disterilkan selama sekitar 3-7 hari sebelum benih ikan lele ditebar. Karena merupakan habitat buatan, kolam terpal harus disiapkan supaya menyerupai habitat asli ikan lele yaitu sungai atau air yang sedikit berlumpur. Dalam masa pensterilan kolam ini peternak bisa menaburkan tepung terigu dan tetes tebu untuk menumbuhkan mikroorganisme positif yang berfungsi mengolah limbah kolam menjadi pakan alami bagi ikan lele.
  • Langsung menebar benih lele setelah masa steril
    Tunggu dulu, peternak mesti bersabar karena sebaiknya benih ikan lele tidak langsung ditebar ke dalam kolam setelah masa steril kolam terpal berakhir. Benih ikan lele perlu beradaptasi dengan habitat barunya. Caranya adalah dengan memasukkan sedikit air kolam ke dalam ember untuk tempat benih lele beradaptasi. Setelah 30 menit, barulah benih lele di dalam ember siap dipindahkan ke dalam kolam terpal.

Nah, dengan mengetahui cara budidaya lele yang baik di kolam terpal dan tanah, peternak bisa menghasilkan ikan lele yang sehat dan berkualitas sehingga memiliki nilai jual dengan hasil yang menguntungkan.

Anda bisa membeli kolam terpal pada penjual kolam terpal terpercaya seperti konstruksikolamterpal.net supaya anda menikmati hasil budidaya yang menguntungkan.

Semoga bermanfaat.

Apakah Artikel ini Bermanfaat bagi Anda?