Dijamin Untung!! Ini Budidaya Lele Bioflok

Menuai Untung dengan Budidaya Lele Bioflok

Mengenal Teknologi Budidaya Lele Bioflok

Budidaya ikan air tawar sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia.

Melakukan budidaya ikan air tawar dinilai bisa memberikan banyak keuntungan sehingga banyak orang yang kemudian tertarik untuk terjun berbisnis di bidang ini

Hal ini memang sudah dibuktikan oleh banyaknya orang yang akhirnya sukses berkat menekuni dunia budidaya ikan air tawar.

Analisa usaha budidaya lele sistem bioflok

Ada banyak jenis ikan air tawar yang bisa dibudidayakan dan lele merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang paling diminati oleh masyarakat.

Lele dikenal sebagai jenis ikan yang perawatannya tergolong mudah, membutuhkan biaya modal yang sedikit, dan laris manis di kalangan masyarakat untuk dikonsumsi.

Tak heran jika banyak orang yang kemudian memilih untuk melakukan budidaya ikan lele.

Menariknya lagi, kini budidaya ikan lele dilakukan dengan teknologi yang berbeda yaitu dengan teknologi bioflok.

Budidaya lele Kolam Terpal dengan sistem bioflok menjadi topik yang sangat populer akhir-akhir ini. Memangnya apa itu budidaya lele bioflok?

Pengertian Budidaya Lele Bioflok

Pengertian Bioflok yaitu sebuah gumpalan atau flok yang terdiri dari campuran mikroba, koloid, partikel, polimen organik, yang terbentuk di dalam air.

Teknologi bioflok akan mengubah senyawa organik serta anorganik di dalam air menjadi sebuah massa bioflok.

Proses ini terjadi karena peran bakteri pembentuk bioflok yang ada di dalam air.

Budidaya lele bioflok untuk pemula

Lalu apa hubungannya dengan pemeliharaan lele? Dengan adanya teknologi bioflok ini, ikan lele bisa mendapatkan asupan makanan dan nutrisi melalui proses pembentukan flok dari mikroba yang ada di dalam air.

Teknologi bioflok akan mengubah nitrogen anorganik menjadi nitrogen organik yang kemudian bisa dimanfaatkan sebagai makanan untuk ikan lele di dalam kolam.

Secara sederhana, teknologi bioflok memanfaatkan mikroba dan semua senyawa yang ada di dalam air kolam lele untuk dibentuk menjadi gumpalan.

Gumpalan atau flok ini kemudian bisa menjadi makanan untuk lele.

Dengan kata lain, tak ada limbah yang terbuang percuma karena limbah akan dimanfaatkan untuk dibuat menjadi makanan bagi ikan lele yang hidup di kolam tersebut.

Keuntungan Budidaya Lele Bioflok

cara membuat air bioflok

Teknologi budidaya lele bioflok menjadi salah satu teknologi budidaya ikan yang cukup menarik perhatian.

Teknologi ini juga mulai banyak diterapkan di masyarakat karena dinilai menguntungkan.

Apa saja keuntungan dari teknologi budidaya lele bioflok ini?

Berikut adalah beberapa keuntungan dari teknologi bioflok :

  1. Hemat Biaya Pakan

Tekologi bioflok memiliki tujuan mengubah limbah menjadi pakan yang bisa menutrisi ikan lele yang tumbuh di dalam kolam.

Dengan begitu maka ikan lele bisa mendapatkan sumber makanan sendiri berkat adanya teknologi bioflok.

Jadi jelas, keuntungan pertama yang bisa anda dapatkan adalah anda bisa lebih hemat biaya pakan.

  1. Hemat Air

Ikan lele merupakan jens ikan yang tergolong jorok dan air yang digunakan untuk memelihara lele biasanya mudah menjadi kotor.

Namun, berkat adanya teknologi bioflok, anda tak perlu lagi sering mengganti air di kolam lele anda dengan cara yang sudah Anda terapkan.

Teknologi bioflok akan mengubah semua mikroorganisme dan kotoran dalam air menjadi makanan yang aman untuk lele.

  1. Budidaya di Lahan yang Sempit

Bagi anda yang memiliki lahan sempit namun ingin melakukan budidaya ikan lele, tak masalah karena anda bisa menerapkan metode bioflok ini.

Anda bisa menggunakan kolam terpal lalu menerapkan teknologi budidaya lele bioflok.

Dengan begitu, meskipun lahannya sempit namun ikan lele yang anda pelihara bisa tumbuh sehat hingga masa panen tiba.

  1. Bisa Memelihara dalam Jumlah Banyak

Jika anda menggunakan teknologi bioflok, anda bisa memelihara ikan lele dengan jumlah berkali-kali lipat lebih banyak dari kolam biasa.

Jika pada satu meter kubik kolam lele biasanya hanya diisi 60 ekor lele, pada kolam dengan luas yang sama anda bisa memelihara sampai 600 ekor lele jika anda menerapkan teknologi bioflok.

  1. Modal Ringan Untung Besar

Teknologi bioflok akan memungkinkan anda untuk melakukan budidaya ikan lele dengan modal yang ringan.

Namun, setelah masa panen nanti, anda berkesempatan untuk mendapatkan keuntungan yang berkali-kali lipat lebih besar.

Ini tentu saja menjadi impian bagi semua pebisnis ikan yaitu mendapat untung besar dengan modal yang ringan.

Itulah tadi beberapa keuntungan teknologi budidaya lele bioflok.

Tak heran jika sampai saat ini semakin banyak orang tertarik untuk memulai budidaya ikan lele dengan menggunakan teknologi bioflok karena memang ada banyak keuntungan yang bisa didapatkan.

Alur Bioflok pada Kolam Terpal Bulat

jual kolam terpal bulat Batam

Ternak lele bioflok bisa dilakukan dengan menggunakan kolam terpal bulat.

Kolam terpal bulat merupakan media pemeliharaan ikan yang sangat populer saat ini karena tergolong praktis dan fleksibel diletakkan dimana saja bahkan di lahan yang sempit sekalipun.

Lalu seperti apa alur bioflok pada budidaya ikan lele menggunakan kolam terpal bulat?

Berikut adalah penjelasan singkat seputar budidaya lele bioflok menggunakan kolam terpal bulat :

  1. Pembuatan Kolam Terpal

Tahap pertama yang dilakukan adalah pembuatan kolam terpal.

Kolam terpal bulat yang anda beli biasanya sudah dilengkapi dengan perlengkapan dan sudah dirangkai sedemikian rupa sehingga mudah untuk dipasang.

Jika anda belum bisa membuatnya, anda bis membelinya di produsen yang jual kolam terpal lele.

  1. Isi Kolam dengan Air

Kolam terpal bulat yang sudah siap kemudian diisi air.

Perlu diperhatikan bahwa pengisian air pada kolam tidak perlu terlalu banyak.

Hal ini dilakukan agar bioflok bisa cepat terbentuk.

  1. Penggunaan Probiotik

Penerapan teknologi bioflok pada budidaya lele membutuhkan probiotik.

Probiotik itu sendiri merupakan bibit bakteri yang akan membentuk flok dengan menguraikan zat-zat organik di dalam kolam.

Selain probiotik, anda juga perlu mamasukan gula pasir, tetes tebu, gula batu, dan gula aren ke dalam kolam.

Ada satu lagi bahan yang perlu dimasukkan ke dalam kolam yaitu molase.

Molase merupakan bahan yang akan merangsang pertumbuhan bakteri sehingga proses pembentukan bioflok akan lebih cepat.

Setelah semua bahan dimasukkan anda bisa mengaduk isi kolam secara rutin hingga proses pembentukan flok bisa terjadi.

  1. Kondisi Air Matang

Jika air di kolam terpal bulat sudah berubah warna menjadi keruh atau kecoklatan maka air tersebut sudah matang.

Anda bisa mengambil segelas air kolam yang sudah matang tersebut dan menunggunya selama beberapa menit.

Air tersebut akan menjadi jernih ketika didiamkan dan ini tandanya air sudah siap untuk dimasuki bibit ikan lele.

  1. Penyebaran Bibit Ikan Lele

Berikutnya anda bisa langsung menyebarkan bibit ikan lele ke dalam kolam.

Setelah bibit ikan disebar, anda bisa melakukan kontrol dan terus memberikan probiotik secara bertahap agar pembentukan bioflok bisa terus terjadi.

Probiotik yang dimasukkan ke dalam kolam lele akan menjadi bakteri yang kemudian melakukan pengolahan berbagai mikroorganisme, senyawa organik, dan senyawa lainnya yang ada di kolam lele menjadi bioflok.

Bakteri akan mengubah zat-zat yang berbahaya menjadi aman untuk dikonsumsi oleh ikan lele dalam kolam.

Peluang dan Analisa Usaha Ternak Lele Sistem Bioflok

Budidaya Lele Bioflok

Budidaya lele bioflok dinilai bisa memberikan keuntungan besar bagi para peternak ikan.

Teknologi modern dengan sistem bioflok untuk ternak lele tidak membutuhkan biaya yang besar dan sangat mudah untuk digunakan bahkan sangat bisa digunakan oleh seorang pemula sekalipun.

Dimulai dari media yang digunakan yaitu kolam terpal bulat.

Kolam terpal bulat saat ini sangat mudah untuk didapatkan, tersedia dalam berbagai ukuran, dan harganya juga sangat terjangkau mulai dari Rp 1 jutaan.

Teknologi bioflok memungkinkan anda untuk menghemat biaya pakan karena makanan bisa dihasilkan oleh bakteri yang anda tanamkan di dalam kolam.

Meskipun begitu, anda juga tetap harus mengeluarkan biaya pakan namun dengan anggaran yang lebih terjangkau.

Biaya untuk membuat bioflok juga sangat terjangkau.

Kira-kira dengan biaya Rp 500.000 anda sudah bisa menerapkan teknologi bioflok di kolam lele terpal bulat anda.

Dengan estimasi biaya yang ringan ini, anda bisa mendapatkan keuntungan besar saat panen tiba.

Teknologi bioflok memungkinkan anda untuk memelihara ikan dalam jumlah yang banyak, dan pertumbuhan ikan bisa seragam.

Cara Pembuatan Kolam Terpal Bioflok

Harga kolam bioflok

Agar bisa melakukan budidaya lele bioflok, anda membutuhkan media yang tepat dan kolam terpal menjadi media yang disarankan.

Kolam terpal dinilai sebagai media budidaya ikan yang praktis, fleksibel, dan hemat biaya.

Kolam terpal bisa anda gunakan untuk melakukan budidaya ikan di lahan yang sempit dan anda bisa memelihara ikan dalam jumlah yang banyak.

Jenis kolam terpal bulat bisa anda temukan dengan mudah saat ini. Kolam terpal bulat tersedia dalam beragam ukuran.

Jika anda ingin mencoba untuk pertama kali, maka anda bisa menggunakan kolam terpal dengan ukuran paling kecil.

Cara membuat kolam terpal juga tidaklah sulit karena anda biasanya akan menerima peralatan lengkap mulai dari terpal, kerangka besi, pipa-pipa, dan lain sebagainya.

Hal pertama yang bisa dilakukan adalah membuat kerangka kolam terlebih dahulu, kemudian anda bisa memasang pipa paralon sebagai saluran drainase di dasar kolam.

Setelah kerangka siap, anda bisa memasang terpal dengan menggunakan pengait yang sudah disiapkan.

Begitu kolam terpal sudah selesai dipasang, anda bisa langsung melakukan pengisian air.

Itulah tadi sedikit informasi seputar budidaya lele menggunakan teknologi bioflok. Jika anda ingin melakukan budidaya lele dengan menggunakan metode ini, pilihlah kolam terpal dengan bahan yang berkualitas dan kuat.

Selain itu, lakukan perhitungan yang tepat agar anda bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal.

Apakah Artikel ini Bermanfaat bagi Anda?